Monday, December 31, 2012

Menuju Mahameru Lewat Jalur Gunung Ayek - Ayek

Puncak Mahameru adalah nama dari puncak Gunung Semeru, selain Jonggring Saloka. Banyak jalur untuk mencapai puncak Gunung Semeru. Dan ada jalur pintas yang bisa dipilih para pendaki Semeru, yakni jalur Gunung Ayek - Ayek. Jalur yang biasa digunakan oleh para pendaki lokal.


www.belantaraindonesia.org

Kondisi jalur sangat curam dan cukup berbahaya. Untuk menemukan jalur ini dari desa Ranu Pani perjalanan bisa dimulai dengan melintasi kebun sayuran penduduk yang berupa tanaman bawang dan kol ( kubis ). Melintasi kawasan kebun sayuran di siang hari terasa panas dan berdebu sehingga akan lebih baik jika pendaki mengenakan kacamata dan masker penutup hidung.

Ranu Pani adalah salah satu desa yang dihuni oleh masyarakat Suku Tengger, selain desa Ngadas, Cemoro Lawang, Ngadisari, dll. Masyarakat Tengger hidup dengan menanam sayur - sayuran. Di desa Ranu Pani ini air bersih diperoleh dari kran - kran yang di salurkan ke rumah penduduk di siang hari dengan volume air yang sangat kecil sehingga di pos pendakian Ranu Pani kadangkala tidak terdapat air bersih di siang hari, namun di malam hari air bersih di pos pendakian berlimpah karena aliran ke rumah penduduk di hentikan di malam hari. Selanjutnya akan dijumpai sebuah pondok yang dipakai untuk keperluan penghijauan Gunung Semeru.

Jalur agak landai dan sedikit berdebu melintasi kawasan hutan yang didominasi oleh tanaman penghijauan berupa akasi dan cemara gunung. Jalur selanjutnya mulai menanjak curam menyusuri salah satu punggungan Gunung Ayek - ayek. Di sepanjang jalur ini kadangkala dapat ditemukan jejak - jejak kaki dan kotoran binatang. Burung dan aneka satwa seringkali terlihat berada disekitar jalur ini.

www.belantaraindonesia.org
Mendekati puncak Gunung Ayek - Ayek pohon cemara tumbuh agak berjauhan sehingga pendaki dapat melihat ke bawah ke arah desa Ranu Pani. Desa Ngadas juga nampak sangat jelas. Pendaki dapat beristirahat di celah gunung untuk berlindung dari hembusan angin. Di tempat ini pendaki juga bisa melihat dinding Gunung Tengger yang mengelilingi Gunung Bromo, kadang kala terlihat kepulan asap yang berasal dari Gunung Bromo.

Setelah melintasi celah gunung yang agak licin dan berbatu pendaki harus menyusuri sisi Gunung Ayek - ayek agak melingkar ke arah kanan. Di samping kiri adalah jurang terbuka yang menghadap ke bukit - bukit yang ditumbuhi rumput, bila pendakian dilakukan di siang akan terasa sangat panas. Di kejauhan kita dapat menyaksikan puncak mahameru yang bersembunyi di balik Gunung Kepolo, sekali - kali nampak gunung Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Jalur mulai menurun tetapi perlu tetap waspada karena rawan longsor.

Tumbuhan yang ada berupa rumput dan cemara yag diselingin Edelweis. Masih dalam posisi menyusuri tebing terjal sekitar 30 menit kita akan tiba di tempat yang agak datar, celah yang cukup luas pertemuan dua gunung. Di sini pendaki dapat beristirahat sejenak melepaskan lelah. Beberapa tanaman Edelweis tumbuh cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk berteduh dari sengatan Matahari.

Setelah puas beristirahat perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri tebing terjal yang agak melingkar ke arah kiri. Tumbuhan yang ada berupa rumput yang agak rapat dan tebal, beberapa pohon cemara tumbuh agak berjauhan di sepanjang jalur.

Di sepanjang jalur ini pendaki tidak bisa saling mendahului sehingga harus berjalan satu persatu. Sekitar 30 menit menyusuri tepian tebing terjal akan tampak di depan kita bukit dan padang rumput yang sangat luas. Sampailah kita di padang rumput yang sangat luas yang disebut Pangonan Cilik.

Pemandangan di pagi hari dan sore hari di tempat ini sangat indah luar biasa, kita tidak akan bosan memandangi bukit - bukit yang ditumbuhi rumput. Padang rumput ini dikelilingin tebing - tebing yang ditumbuhi pohon cemara dan Edelweis. Sekitar 45 menit melintasi padang rumput selanjutnya berbelok ke arah kiri maka sampailah kita di sebuah danau yang sangat luas yang disebut danau Ranu Kumbolo.

Tambahan:

Pendaki pertama yang mendaki Gunung Semeru adalah Clignet ( 1838 ) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn ( 1945 ) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat Gunung Ayek - ayek, Gunung Inder - inder dan Gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranu Pani dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

Inilah 5 Gunung Yang Bersahabat Bagi Pendaki Wanita

Mendaki dan menyusuri gunung yang menantang memang asyik dilalui. Tapi siapa bilang mendaki gunung hanya cocok untuk pria? Ada juga beberapa gunung yang aman dan mudah didaki pendaki wanita. Keindahan alam gunung memang selalu menarik perhatian. Tidak hanya pria, kaum hawa pun banyak yang senang menikmati keindahan gunung.

Sayangnya, jalur pendakian yang panjang dan terkadang penuh rintangan kadang hanya sanggup dilalui pendaki laki - laki. Tetapi ada juga beberapa gunung yang aman dan mudah didaki pendaki wanita, seperti 5 gunung berikut.

1. Gunung Ungaran, Jawa Tengah
Gunung pertama yang pas untuk didaki wanita adalah Gunung Ungaran di Jawa Tengah. Gunung ini berada di Ungaran, Kab Semarang, dan masuk dalam gunung yang mudah untuk didaki pendaki wanita.


www.belantaraindonesia.org

Tidak hanya itu, Gunung Ungaran juga semakin cocok untuk dikunjungi karena memiliki beberapa objek wisata di kaki gunungnya. Sebut saja Candi Gedongsongo dan juga beberapa air terjun seperti Curug Semirang dan Curug Lawe yang bisa Anda datangi di sana.

Mendaki terus ke atas, para pendaki wanita bisa tiba di puncak gunung dan melihat 3 puncak yang sejajar. Ketiga gunung itu bernama Gendol, Botak dan Ungaran. Meski dikatakan sejajar, ternyata ketiganya memiliki ketinggian yang berbeda. Puncak Gendol dan Botak memiliki ketinggian yang tidak jauh dari Ungaran, puncak tertinggi gunung.

Di atas gunung dengan ketinggian 2.050 mdpl, pendaki bisa menikmati 2 pemandangan indah sekaligus. Di sebelah utara Anda akan dihipnotis dengan hamparan Laut Jawa nan luas. Sedangkan jika menengok ke arah selatan, jajaran gunung akan memenuhi pandangan: Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbing, juga Sindoro.

2. Gunung Papandayan, Jawa Barat
Selain Ungaran, gunung lain yang juga cocok untuk didaki wanita adalah Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki jalur yang landai, lengkap dengan pemandangan cantik yang akan setia menemani pendakian Anda.

www.belantaraindonesia.org
Tegal Alun Papandayan
Menjajal jalur di Gunung Papandayan, pendaki akan dibuat terpesona oleh beberapa kawah cantik, seperti Kawah Mas, Kawah Baru dan Kawah Nangklak. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini memiliki pesona khas, yaitu padang bunga Edelweis.

Padang milik bunga abadi ini berada di dekat puncak gunung. Jadi, saat sudah bertemu padang cantik bunga abadi, tak lama lagi kaki Anda akan menyentuh puncak gunung.

3. Gunung Ijen, Jawa Timur
Anda tahu Kawah Ijen? Kawah yang berada di Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini memang terkenal dengan keindahannya. Banyak pendaki dari dalam dan luar negeri rela menanjak dari dini hari agar bisa menikmati sunrise di puncak Gunung Ijen.

www.belantaraindonesia.org

Ternyata tidak hanya itu, gunung tempat bertenggernya kawah ini juga masuk dalam gunung yang mudah untuk didaki pendaki wanita. Tidak banyak rintangan berarti yang akan menghalangi pendakian Anda. Jadi aman untuk wanita.

Hanya saja, ada hal yang penting diperhatikan pendaki saat melangkah di jalur pendakian Ijen. Jalan di Gunung Ijen dipenuhi oleh pasir, jadi kalau tidak berhati - hati bisa mempersulit langkah Anda. Meski begitu, semua jerih payah Anda akan terbayar begitu melihat indahnya Matahari terbit dari ketinggian 2.443 mdpl.

4. Gunung Sibayak, Sumatera Utara
Tak hanya Pulau Jawa, Pulau Sumatera ternyata juga memiliki gunung yang aman untuk ditanjak wanita. Tepatnya ada di Kota Brastagi, yaitu Gunung Sibayak.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Sibayak adalah gunung yang memiliki terkenal dengan panorama eksotis. Tidak hanya itu, gunung ini juga dikenal memiliki jalur pendakian yang mudah. Jadi pas dan tidak terlalu sulit untuk pendaki wanita, apalagi yang pemula.

Yang lebih menarik lagi, puncak gunung ini berada di ketinggian 2.212 mdpl dan memiliki bentuk seperti tapal kuda. Oleh karena itu titik tertinggi gunung ini disebut Puncak Tapal Kuda.

Ada beberapa jalur untuk mencapai puncak gunung, tapi yang paling difavoritkan adalah Jalur Lima Empat. Penamaan jalur ini sesuai dengan lokasinya, yaitu berada di Km 54 dari Kota Medan. Untuk mencapainya pun tidak menghabiskan waktu lama, hanya sekitar 3 - 4 jam dari pintu masuk jalur. Yang lebih asyik lagi, pendaki bisa menyantap jagung rebus atau pun bakar sebelum mendaki.

5. Gunung Kelimutu, NTT
Gunung terakhir yang masuk dalam kategori aman untuk didaki wanita adalah Gunung Kelimutu di NTT. Gunung ini terkenal dengan kawah 3 warnanya, yang biasa dikenal dengan nama Danau Kelimutu.

www.belantaraindonesia.org
Jalur Pendakian Kelimutu
Gunung yang berada di Taman Nasional Gunung Kelimutu ( TNGK ) Kabupaten Ende, Flores, NTT ini sudah terkenal hingga mancanegara. Banyak turis yang berbondong - bondong datang hanya untuk mendaki dan menikmati keindahan Matahari terbit, yang muncul di balik kawah 3 warna.

Ternyata, yang membuat Gunung Kelimutu ramai dikunjungi turis bukan cuma karena keindahan alamnya saja, tetapi juga jalur pendakian yang mudah. Untuk mencapai puncak, sebuah jalur yang bersih dan bebas dari rumput liar telah disiapkan pengelola TNGK.

Anda juga tidak perlu mendaki tinggi - tinggi, karena dari kaki gunung hingga puncak hanya berjarak 1.639 mdpl. Ya, tidak terlalu tinggi dan cocok untuk pendaki wanita, apalagi pemula.

Lebih asyik lagi, sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhkan dengan keindahan alam Flores. Banyak pepohonan hijau nan rimbun yang setia menemani. Tidak hanya itu, kicauan burung yang bernyanyi, menambah keasyikan mendaki.

Suhu Extreme di Gunung Papandayan

Gunung Papandayan di Garut Jawa Barat adalah gunung tertinggi di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai. Tidak hanya petualangan pendakian yang bisa Anda temukan di sini, tetapi suhu ekstrem gunung juga akan Anda temukan. Ini di sebabkan karena gabungan antara udara khas pegunungan dengan kawah aktif dan batu belerang yang bertebaran.


www.belantaraindonesia.org

Tetapi Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini bisa dibilang salah satu gunung favorit para pendaki karena gunung yang tidak terlalu tinggi ini treknya cukup bersahabat. Aman untuk pendaki pemula. Tetapi walau terdengar tidak berbahaya, satu - satunya gunung berapi di Kabupaten Cisurupan ini punya suhu yang cukup ekstrem.

Begitu menginjakkan kaki di pintu masuk pendakian, Anda akan disuguhi pemandangan luar biasa dari hamparan batu - batu yang bertebaran dan kawah belerang. Dinding - dinding gunung batu tersebut bahkan bisa membuat Anda terlupa kalau sedang berada di wilayah Indonesia.

www.belantaraindonesia.org

 Tanpa adanya satu pohon pun yang tumbuh di kawasan kawah belerang ini, tentu saja bisa dibayangkan bagaimana terik Matahari akan begitu saja membakar kulit jika Anda mendaki tanpa menggunakan jaket atau sunblock.

Tetapi, 'bayaran' untuk segala jerih payah dari pendakian pasti lebih dari cukup untuk menghilangkan penat. Kawah baru Papandayan yang biasanya berisi air belerang bisa menjadi spot menarik untuk narsis berfoto - foto. Warna air belerang yang kadang hijau kadang merah bahkan terkadang coklat cukup menarik perhatian mata.

www.belantaraindonesia.org

Tetapi hati - hati, karena kawah ini masih mengeluarkan asap yang cukup berbahaya, maka sebaiknya membawa dan memakai masker. Beranjak dari kawah baru Papandayan, adalah tempat perkemahan favorit para pendaki di Papandayan bernama Pondok Salada. Menuju ke sini, hanya perlu waktu tempuh paling lama 4 jam. Itu pun sudah diselingi dengan berfoto - foto, istirahat sejenak, dan menikmati keindahan alam Gunung Papandayan.

Karena trek menuju Pondok Salada sudah dipenuhi dengan pohon, apalagi ketika sudah mencapai persimpangan arah Pondok Salada, Anda harus memanjakan mata Anda untuk berlama - lama melihat hamparan luas hutan dan kawah belerang di bawah mata. Bahkan jalur yang telah Anda lewati untuk menuju posisi tersebut terlihat sangat jauh.

Bunga - bunga Edelweiss yang cantik di Pondok Salada akan segera menyapa Anda dengan lembut dan penuh rasa syukur. Para pendaki biasanya akan menghabiskan malam mereka untuk beristirahat, membuat api unggun, mengobrol, memasak, berfoto - foto, bahkan untuk saling mengunjungi tenda satu sama lain dan berkenalan.

www.belantaraindonesia.org

Suhu dingin yang ekstrem dan serasa menusuk tulang baru akan Anda alami di sepertiga malam terakhir. Bisa jadi ketika Anda sedang tertidur pulang didalam tenda dibalik sleeping bag, tiba - tiba Anda terbangun karena kedinginan. Bahkan rasanya lebih buruk dari gunung - gunung tinggi yang pernah Anda daki.

Sebagai tambahan, sensasi dingin tersebut baru akan berakhir ketika Matahari sudah mulai naik. Itulah ciri khas dari gunung Papandayan. Perpaduan sensasi dingin yang menusuk tulang di malam hari dan panas terik Matahari ketika Anda melewati area kawah belerang.

Tetapi petualangan belum berakhir! Anda bisa melihat lebih banyak Edelweiss kalau mendaki sedikit menuju Tegal Alun, padang Edelweiss yang sangat luas! Ditambah lagi waktu perjalanan turun gunung, Anda harus melewati hutan mati. Banyak sekali pohon - pohon mati yang gosong bekas letusan terakhir Gunung Papandayan.

www.belantaraindonesia.org

Bonus:  Anda bisa temukan sumber air panas di belakang warung - warung penduduk di parkiran basecamp. Meskipun tidak terlalu besar, tapi cukup buat menghilangkan pegal - pegal sehabis pendakian. Merasa tertantang untuk mendaki Papandayan